Senin, 28 November 2011

IDENTIFIKASI PERBEDAAN INDIVIDU “SISWA” DAN  IMPLIKASI (PENGARUHNYA) DALAM PEMBELAJARAN

Oleh:  Hadi Wijaya*
NIM: 11712251004

Komponen utama dalam pendidikan adalah terdapatnya individu sebagai kumpulan subjek yang melaksanakan  kegiatan pembelajaran formal di dalam kelas. Individu yang ada  dalam kelas tentunya memiliki berbagai macam perbedaan ataupun karakteristik mendasar yang ada dalam diri mereka, baik berupa Karakteristik bawaan maupun karakteristik yang dihasilkan memalui interaksi individu dengan lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakter keturunan yang dibawa sejak lahir, baik berkaitan dengan factor biologis maupun sosial psikologis.
perbedaan karakteristik yang ada pada masing-masing individu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dalam proses pembelajaran, baik pembelajaran dalam konteks klasikal ataupun pembelajarn dalam konteks individual. Berikut ini merupakan perbedaan-perbedaan karakteristik individu yang telah kami peroleh dari berbagai sumber:
a. Perbedaan tingkat kecerdasan (Kognitif )
Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan tekonologi. Tingkat kemampuan kognitif tergambar pada hasil belajar yang diukur dengan tes hasil belajar. Tes hasil belajar nilai kemampuan kognitif yang bervariasi. Kemampuan kognitif berkolerasi positif dengan tingkat kecerdasan seseorang. Berdasarkan hasil temuan dalam pembelajaran, individu yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi akan lebih cepat dalam menerima dan memahami informasi yang berupa ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru, hal ini berbeda dengan individu yang memiliki tingkat kecerdasan yang lemah akan sedikit lebih sulit untuk menerima dan menguasai informasi yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran.
b. Perbedaan dalam kemampuan komunkasi
Kemampuan komunikasi merupakan kemampuan individu untuk menyatakan buah pikiran (pendapat) dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat bermakna, logis dan sistematis, yang dipengaruhi oleh factor kecerdasan, faktor fisik dan factor lingkungan. Kemampuan komunikasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, hal ini menjadikan individu yang memilki kecerdasan tinggi dan dilengkapi dengan kemampuan berbahasa yang baik maka individu akan memilki kemampuan yang komplit sehingga kualitas pembelajaran akan menjadi lebih baik. Banyak kasus yang sering ditemukan dalam pembelajaran, di mana individu yang memilki kecerdasan yang tinggi namun tidak mampu melakukan kecakapan bahas yang baik, maka individu tersebut akan terlihat kurang maksimal dalam proses pembelajaran, namun keterbatasan tersebut akan dapat teratasi dengan cara guru memberikan bimbingan dan mengkondisikan siswa untuk terus berlatih untuk menjadikan siswa meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi. Dalam konteks jenjang pendidikan dasar, peran guru, orang tua dan segenap stake holder pendidikan memilki peran penting dalam menigkatkan kemampuan berkomunikasi siswa dengan cara menerapkan metode bermain kelompok kecil dalam pembelajaran.
c. Perbedaan dalam Kecakapan Motorik
Kecakapan motorik merupakan  kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja syaraf pusat (otak) untuk melakukan kegiatan. Kemampuan motorik dipengaruhin oleh kematangan fisik dan tingkat kemampuan berfikir
. secara teoritis dalam setiap jenjang pendidikannya mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi kematangan fisik dan tingkat kemampuan berfikir individu akan mengalami perkembangan. Model dan materi pembelajaran untuk siswa telah di desain sesuai dengan tingkat usia, pada jenjang sekolah dasar siswa diperkenalkan dengan pembelajaran yang bersifat kongkrit, sedang pada jenjang di atasnya pembelajaran lebih ditekankankan kepada pengenalan teori (konsep) dan dihadapkan pada materi pembelajaran  yang lebih kompleks. Individu dalam proses pembelajaran akan lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi dinamika dan problematika pendidikan. Individu yang mampu mengunakan kematangan fisik dan kemampuan berfikirnya secara optimal maka individu akan menjadi siswa yang memilki kualitas lebih dengan siswa yang belum mengunakan dan menyadari kematangan fisik dan kemampuan berfikirnya secara optimal. 
d. Perbedaan dalam Latar Belakang
Latar belakang individu dibedakan dari factor yang berasal dari dalam (internal) dan faktor yang datang dari luar (eksternal) individu.
Factor dari dalam berupa:
-        kecerdasan,
-        kemampuan,
-         bakat,
-        keturunan,  dll.
Sedangkan  Factor dari luar berupa :
-        strata social (kelas bawah, menengah, atas)
-         ekonomi
-        pola sikap orangtua,
-        lingkungan dll.
Perbedaan latar belakang tersebut mutlak menjadi faktor yang bisa mendukung atau bahkan menjadi penghambat bagi individu dalam proses pembelajaran. Sepeti telah dijelaskan diatas bahwa faktor internal siswa (kognitif/kecerdasan, kemampuan dan bakat) siswa sangat berpengaruh dalam pembelajaran, begitu juga faktor dari luar siswa, seperti perbedaan starta social dan ekonomi masih menjadi fenomena klasik dalam dunia pendidikan, hal in terlihat pada individu yang berasal dari keluarga yang memilki kehidupan lebih dan ekonomi yang tinggi , pada umumnya akan mampu mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih daripada individu yang berasal dari kelas yang lebih bawah.
Pola sikap orang tua dalam memandang arti penting pendidikan menjadi faktor lain yang menentukan pendidikan, banyak kasus memperlihatkan banyak orang tua yang lebih memilih untuk anaknya membantu mereka untuk bekerja mencari nafkah, asumsi mereka bahwa pendidikan hanya sebatas pelengkap, sekedar bisa baca tulis dan berhitung matematika dasar susdah cukup bagi mereka. Hal ini berbeda dengan orang tua yang telah mengerti akan arti penting pendidikan, orang tua akakn senantiasa memberikan support terhadap setiap langkah yang dipilih oleh anak mereka untuk melakuka kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan anak mereka. Dukungan dan motivasi yang diberikan oleh orang tua akan menjadi pemicu hasrat untuk terus maju dalam meningkatkan kualitas pembelajaran individu.

e. Perbedaan dalam keterampilan dan bakat
Bakat adalah kemampuan khusus yang dibaca sejak lahir, kemampuan tersebut akan berkembang dengan baik menjadi sebuah keterampilan bila mendapat ransangan / kesemapatan dan pemupukan secara tepat. Peran orang tua dan pendidik dalam mengetahui bakat individu sangat penting karena individu cenderung termotivasi dan sengan dalam pembelajaran ketika apa yang dipelajarinya itu sesuai dengan apa yang diminati oleh individu itu sendiri, sehingga kualitas akademis dan pelaksanaan proses pembelajaran akan menjadi lebih baik.
pada akhirnya perbedaan-perbedaan yang ada pada individu harus mampu disikapi dengan baik oleh pendidik dan segenap pemerhati pendidikan, sehingga setiap perbedaan yang ada bukan merupakan sebuah hal yang menjadi penghambat dalam proses pembelajaran namun menjadi sebuah warna dan keunikan tersendiri dalam pendidikan.
*Mahasiswa prodi pendidikan dasar (A) pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta;Teori dan Psikologi pembelajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar